Gara-Gara Cuci Tangan Dua Sekolah Dasar di Solo Mendunia

Gara-Gara Cuci Tangan Dua Sekolah Dasar di Solo Mendunia

By ; Agus Samsudrajat S

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sabranglor No.78 Jebres dan Joyotakan No.59 Serengan Kota Surakarta alias Solo Jawa Tengah memang patut diacungi empat jempol, inpirasi, maupun teladan bagi sekolah lain dinegeri ini, masyarakat, bahkan para pemerhati dan penggiat kesehatan masyarakat khususnya kelompok pendidikan. Semangat juang mereka dalam berkreasi mengkampanyekan gerakan 21 hari cuci tangan tanpa putus (G.21H CTPS) akhirnya membuahkan prestasi. Prestasi itu diantaranya ialah SDN Sabranglor dinobatkan menjadi kandidat sekolah terbaik nasional setelah diumumkan sebagai kategori sekolah terbaik tingkat provinsi Jawa Tengah tahun 2014. Hal serupa juga dialami Pak Marsudi Widodo., S.Pd selaku kepala sekolah SDN Joyotakan dinobatkan sebagai guru terbaik tingkat provinsi Jawa Tengah & selanjutnya akan menjadi kandidat guru terbaik nasional untuk program G.21H CTPS, yang dipersempahkan oleh Lembaga Swadaya Masyakarat Persada & PT Unilever. Uniknya Meskipun mereka belum mengetahui akan adanya informasi hadiah baik jenis maupun jumlah, dengan berbagai keterbatasan sekolah masing-masing, mereka rela berkorban dan berjuang dengan segala daya dan upaya untuk mengkampanyekan perilaku hidup bersih dengan cuci tangan untuk ikut memeriahkan hari cuci tangan sedunia yang dirayakan setiap tanggal 15 Oktober di beberapa wilayah, nasional dan bahkan negara-negara dibelahan dunia.

Melalui Program Gerakan 21 Hari Cuci Tangan Pakai Sabun tanpa putus yang mendapat dukungan stimulan atas program Corporate Social Responsibility (CSR) salah satu branch produk PT.Unilever ini, ke-2 SD negeri tersebut menjadi sorotan perhatian warga lokal, nasional bahkan hingga ke beberapa media asing. Hasil karya kreasi mereka dalam membuktikan hasil temuan Dr. Maxwell Malt dalam sebuah karyanya yang berjudul “Psycho-Cybernetics” yang menyimpulkan bahwa “dibutuhkan minimum 21 hari untuk mengubah perilaku & menjadi kebiasaan sehari-hari hingga dewasa”. Kegiatan kampanye G.21 H CTPS yang awalnya sebagai edukasi dilingkungan sekolah mereka sendiri akhirnya melebar dan meluas keluar masyarakat baik secara aksi nyata maupun melalui media sosial. Secara aksi nyata ke dua SD ini melakukan kampanye keliling kampung, pasar, kelompok masyarakat, bahkan di suatu acara-acar tertentu seperti saat Car Free Day Minggu pagi di sepanjang Jl.Slamet Riyadi Surakarta. Umumnya mereka lakukan kampanye dengan aksi gerak jalan dengan membawa pesan ajakan mencuci tangan yang dikreasikan secara tertulis, gerak & lagu yang diringi alat musik tradisional Jimbe, dan gamelan. Bukan hanya itu ke-dua SD ini juga membawa pesan untuk mencintai dan menjaga lingkungan sekitar dengan mencontohkan memanfaatkan barang bekas menjadi sebuah kostum yang menarik, indah dan memiliki seni, harga jual & bernilai tinggi. Secara media sosial, mereka mendokumentasikan & mengkampanyekan hasil kegiatan mereka di berbagai media cetak maupun media sosial seperti facebook, twitter, youtube, dan website. berikut ini gambaran aktifitas kampanye mereka yang sempat muncul di sejumlah media asing dan beberapa media sosial. 14159840511804877840Karnaval Perayaan Hari Cuci tangan Sedunia SDN Sabranglor di website globalhandwashingday.org 1416063799736496906SDN Joyotakan Mendunia di website globalhandwashingday.org 1415986365269452020Pak Marsudi Widodo Kepala Sekolah SDN Joyotakan Surakarta di media asing video. indiaeveryday.in 14165425991204867870G21H CTPS SDN Sabranglor di Media Cetak Solopos 14159855602073419170G21H CTPS SDN Sabranglor Surakarta di video.nickcs.com 14164143171295089246 G21H CTPS SDN Sabranglor di Majalah Didik edisi November 2014 1416106535311795237 G21 H CTPS SDN Joyotakan Surakarta di video.nickcs.com 141635854477233860G.21 H SDN Joyotakan di TV Citizen Journalist netcj.co.id 1416410725536863771G21H CTPS SDN joyotakan di media cetak regional Joglosemar 141641123929455443

G21H SDN Joyotakan di Media Cetak Regional Suara Merdeka

Ibu Sulami selaku kepala sekolah SDN Sabranglor mengatakan gerakan ini merupakan temuan ilmiah yang perlu didukung, karena cuci tangan pakai sabun memberikan manfaat yang besar, tetapi sering dianggap sepele oleh kita. Kemudian Pak Marsudi Widodo., S.Pd kepala Sekolah SDN Joyotokan Surakarta menambahkan, ini merupakan bentuk komitmen kami kepada masyarakat dan bangsa sekaligus menerapkan pendidikan karakter pada anak bahwa dalam belajar hidup sehat ataupun yang lain, tidak harus dilakukan disekolah atau dikelas, tetapi interaksi belajar antara guru & murid bisa dimana saja tidak terbatas pada ruang dan waktu dan akan lebih menarik jika bersama masyarakat, karena guru itu pendidik, maka fungsi guru adalah mendidik, mengajak & memberikan contoh, bukan hanya menyampaikan atau mengajarkan, sebagaimana penerapan logo pendidikan kita “Tut Wuri Handayani”. Sebagai pendamping program, secara pribadi saya menilai penghargaan yang terbaik sangat layak buat mereka, karena tidak banyak sosok guru yang mau menyempatkan waktunya diluar jam sekolah, menanggalkan gengsi identitas kepala sekolahnya untuk turun aksi gerak jalan memberikan contoh dan dukungan moral maupun fasilitas untuk anak didiknya dan masyarakat. Sosok seperti mereka inilah yang seharusnya menjadi pahlawan pendidikan ditengah-tengah probelamatika pendidikan dan guru di negeri ini. Saat sekolah lain sibuk-sibuknya mengikuti pendidikan dan pelatihan sekaligus mempersiapkan kurikulum pendidikan yang baru, ke dua sekolah ini masih tetap bisa menyempatkan melakukan sosialisasi G21 H CTPS dengan berbagai kreasi dan inovasi mereka ke masyarakat luas secara konsisten dan tetap semangat sejak program CSR ini diluncurkan di kota Surakarta bersama kota kota terpilih lain di Indonesia awal agustus 2014 lalu hingga saat ini, yang menurut analisis saya hal ini merupakan hal yang tidak biasa & tidak mudah. Kita doakan semoga mereka menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Amin.

Salam Sehat….!
Salam Juang Blogger untuk Indonesiaku yang lebih sehat…!

Artikel ini juga ada di http://edukasi.kompasiana.com/2014/11/14/gerakan-cuci-tangan-2-sd-di-solo-mendunia-691510.html

Tentang Agus Samsudrajat S

"Membuat tapak jejak dengan berpijak secara bijak dimanapun kaki ini beranjak"
Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s