“Membiarkan PT Korupsi” Begitukah Pendidikan AntiKorupsi di PT ?

“Membiarkan PT Korupsi” Begitukah Pendidikan AntiKorupsi di PT ?

Pendidikan antikorupsi untuk PT

Pendidikan antikorupsi untuk PT

Permasalahan Korupsi di Indonesia seakan sudah menjadi satu kesatuan atau budaya yang sulit dilepaskan. Dari orde lama hingga orde baru, dari penjahat sampai pejabat, KORUPSI menjadi permasalahan utama dalam mengangkat harkat dan citra bangsa Indonesia. Saat ini, korupsi telah mewabah hampir pada seluruh sendi kehidupan bangsa Indonesia. Termasuk didalamnya adalah lembaga pendidikan formal tertinggi yang bernama “Perguruan Tinggi (PT)”, Baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).

Sebagai bentuk upaya pemerintah untuk mengurangi atau bahkan menghapus korupsi maka ditetapkan kurikulum pendidikan antikorupsi PT dengan dikeluarkanya dasar hukum dari SE tertanggal 30 Juli 2012, yang merupakan tanggapan atas Instruksi Presiden RI Nomor 17 Tahun 2011 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2012.

Memang tidak mudah untuk benar-benar membersihkan  korupsi di semua tatanan termasuk PT saja yang jumlahnya mencapai 3075 PTS dan 92 PTN (dikti.go.id), itupun PT yang hanya dibawah naungan dikti, belum termasuk PT dibawah kementerian lain, daerah atau lainya. oleh karena itu pemerintah mencoba berbagai alat baru untuk membersihkan korupsi. Tetapi Apa jadinya jika kita membersihkan sebuah lantai atau ruangan dengan alat/sapu yang kotor? begitulah perumpamaan salah seorang sahabat kompasiana mengibaratkan pendidikan antikorupsi jika dilakukan oleh PTN/PTS yang korup. Korupsi ibarat kotoran yang harus dibersihkan di negeri ini, maka diperlukan alat yang bersih (PT yang bersih dari korupsi) untuk membersihkanya.

Pendidikan Antikorupsi PT yang mulai diterapkan untuk semua PTS dan PTN ditahun ajaran 2012/2013 ini menjadi sebuah percobaan awal keampuhan alat tersebut. Alat tersebut akan semakin efektif dan efesien jika mahasiswa dan masyarakat menjadi objek sekaligus subjek yang independen untuk menghapus korupsi di PT.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi yang tidak sedikit serta tidak sengaja mendengar dan melihat berbagai tindak planggaran Antikorupsi korupsi PT yang belum mendapatkan tindakan apa-apa oleh pemerintah. Hingga tulisan ini dibuat tidak sedikit lagi PT di Indonesia telah melanggar UU/peraturan yang berlaku. Jika diteliti dan diamati PT justru bukan mendidik penerus bangsa tetapi malah merusak moral bangsa dengan mengajarkan A tetapi tidak melaksanakan A atau dengan kata lain mengajarkan sebuah KEMUNAFIKAN. Berdasarkan pengalaman pengamatan pribadi tersebut, berikut ini akan saya uraikan daftar permasalahan yang pernah di temui dilapangan.

  1.  Adanya PT ang berdiri dan mendapatkan ijin operasional tidak memenuhi standar minimal berarti melanggar Kepmendiknas no234_Tentang Pendirian PT.
  2. Tidak melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Hal ini berarti melanggar UU No.12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, UU no.14 tahun 2005 tentang Guru & Dosen. PP No.37 tahun 2009 tentang dosen.
  3. Tidak Memberikan hak, gaji, dan tunjangan kesejahteraan lain dosen & tenaga kependidikan. Hal ini berarti melanggar Pasal 70 bagian ketenagaan UU No.12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, yang kalau tahun ini disesuaikan dengan lampiran peraturan pemerintah republik indonesia nomor 15 tahun 2012, UU no.14 tahun 2005 tentang Guru & Dosen. UU No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, PP No.37 tahun 2009 tentang dosen.
  4. Tidak memfasilitasi dan memberikan ruang dan hak mahasiswa untuk belajar dan berkarya sesuai minat dan bakat mahasiswa. Hal ini melanggar UU No.12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi dan Kepmendikbud No.155/U/1998 tentang pedoman umum organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi.
  5. Menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan untuk kepentingan pribadi/keluarga/kelompak seperti memilih dan mengangkat dosen atau tenaga kependidikan, Proses pengelolaan kuangan yang tidak tranparan dan akuntabel, dan yang paling sering dijumpai setiap PT terutama PTS adalah memanipulasi data pelaporan yang berbeda dengan keadaan dilapangan untuk bisa mendapatkan citra baik, dengan alasan menyelamatkan instansi/dosen/mahasiswa. Hal tersebut Jelas melanggar pancasila, UU no.12 tentang pendidikan tinggi, UU No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, melanggar UU No.13 tahu 2003 tentang ketenagakerjaan, dan turunan perundang-undangan sejenisnya.

Meskipun demikian kita harus yakin bahwa masih ada alat yang bersih untuk menghapus kotoran yang ada di PT di Indonesia. Oleh karena itu jika memang masih diperlukan alat yang lebih banyak lagi karena terlalu banyaknya kotoran maka sembari membersihkan kotoran, tidak ada salahnya jika PT yang diibaratkan sebagai alat pembersih tersebut juga harus dibersihkan.

Permasalahan diatas bisa jadi hanya sebagian kecil yang tidak sengaja terlihat oleh kedua mata dengan satu kepala ini, selebihnya ada atau tidak adanya kotoran, sebaiknya sebelum menjadi penyakit akut dan berbahaya kotoran tersebut harusnya dibersihkan. Semoga pejuang-pejuang antikorupsi di PTN dan PTS tidak terbius oleh untuk membuat kotoran juga, dan kalaupun terbius atau tertidur semoga Tuhan bisa membangunkan hati nuraninya untuk bisa menghapus kotoran atau minimal tidak ikut membantu mengotori.

NB : Modul dan materi yang digunakan saat KPK & Dikti memberikan pelatihan dosen tentang Pendidikan Anti-Korupsi PT dapat anda pelajari dan download disini.

Berbagai peraturan tentang perguruan tinggi dapat anda downlod disini.

Salam juang Anti-Korupsi..

By ; Agus Samsudrajat S

Peran mahasiswa vs korupsi 2

Peran mahasiswa vs korupsi 2

Peran mahasiswa vs korupsi

Peran mahasiswa vs korupsi

Poster anti korupsi

Poster anti korupsi

Tentang Agus Samsudrajat S

"Membuat tapak jejak dengan berpijak secara bijak dimanapun kaki ini beranjak"
Pos ini dipublikasikan di Artikel, Bidang Kemahasiswaan dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s