Gaya Kepemimpinan

Gaya Kepemimpinan

Telah disebutkan bahwa kepemimpinan tersebut dipengaruhi oleh sifat dan perilaku yang dimiliki oleh pemimpin. Karena sifat dan perilaku antara seseorang dengan orang lainnya tidak persis sama, maka gaya kepemimpinan (leadership style) yang diperlihatkan pun tidak sama pula. Bertitik tolak dari pendapat adanya hubungan antara gaya kepemimpinan dengan perilaku pendapat adanya hubungan antara gaya kepemimpinan dengan perilaku tersebut, maka dalam membicarakan gaya kepemimpinan yang untuk bidang administrasi sering dikaitkan dengan pembicaraan tentang perilaku.

Berbagai kajian tentang hubungan keduanya ini telah banyak dilakuakan. Salah satu diantaranya adalah yang dilakukan oleh Duoglas Mc Gregor. Dalam bukunya berjudul “The Human Side of Enterprise” (1960), Mc Gregor menyebutkan bahwa pada umumnya perilaku seseorang dalam suatu organisasi dapat dikelompokan dalam dua kutub utama yang olehnya disebut sebagai teori X dan teori Y. Ciri-ciri perilaku yang dimiliki oleh masing-masing kutub tersebut jika disederhanakan dapat dilihat dalam table.

Tergantung dari sifat dan perilaku yang dihadapi dalam suatu organisasi dan atau yang dimiliki oleh pemimpin, maka gaya kepemimpinan yang diperlihatkan oleh seorang pemimpin dapat berbeda antara satu pemimpin dengn pemimpin lainnya. Berbagai gaya kepemimpinan tersebut jika disederhanakan dapat dibedakan atas macam yaitu:

1. Gaya kepemimpinan diktator

Pada gaya kepemimpinan dictator (dictatorial leadership style) ini supaya mencapai tujuan dilakukan dengan menimbulkan ketakutan serta ancaman hukum. Tidak ada hubungan dengan bawahan, karena mereka diangap hanya sebagai pelaksana, alat dan pekerja saja. Jika ditinjau dari rumusan Mc Gregor, gaya dictator ini adalah bentuk ekstrim pelaksanaan teori X.

2. Gaya kepemimpinan autokratis

Pada gaya kepemimpinan autokratis (autocratic leadership style) ini segala keputusan berada di tangan pemimpin. Pendapat atau kritik dari bawahan tidak pernah dibenarkan. Pada dasarnya sifat yang dimiliki sama dengan gaya kepemimpinan autokratik ini juga merupakan pelaksanaan teori X dari Mc Gregor.

3. Gaya kepemimpinan demokratis

Pada gaya kepemimpinan demokratis (democratic leadership style) ini ditemukan peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan secara musyawarah. Hubungan dengan bawahan dibangun dan dipelihara dengan baik. Jika ditijau dari rumusan Mc Gregor, gaya kepemimpinan ini adalah sesuai dengan teori Y.

4. Gaya kepemimpinan santai

Pada gaya kepemimpinan santai (laissez-faire leadership style) ini peranan pimpinan hampir tidak terlihat karena segala keputusan diserahkan kepada bawahan. Setiap anggota organisasi dapat melakukan kegiatan masing-masing pula. Ditinjau dari rumusan Mc Gregor, gaya kepemimpinan ini adalah pelaksanaan ekstrim dari teori Y.

Tentang Agus Samsudrajat S

"Membuat tapak jejak dengan berpijak secara bijak dimanapun kaki ini beranjak"
Pos ini dipublikasikan di Organisasi dan Kepemimpinan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s