Memperingati Hari Bidan Sedunia

Memperingati Hari Bidan Sedunia 24 Juni 2011
BIDAN DESA SEBAGAI UJUNG TOMBAK DESA SIAGA AKTIF
oleh : Agus Samsudrajat S, SKM

DESA SIAGA

DESA SIAGA

Bidan adalah seorang wanita yang telah menyelesaikan pendidikan kebidanan dan mendapat izin untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat luas. Bidan adalah profesi yang diakui oleh nasionl maupun internasional. Bidan memiliki hak dan kewajiban dalam memberikan pelayanan kebidanan sesuai dengan izin yang telah diberikan dan tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.1464/MENKES/PER/X/2011 tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan. Selain memberikan pelayanan kebidanan, bidan juga memberikan konseling dalam pemberian nasehat atau pun penyuluhan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Bidan selalu memberikan pelayanan kebidanan sesuai dengan kebutuhan dan ruang lingkup bidan, yaitu Ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, remaja & lansia.

Sudah cukup lama bahwa pemerintah lebih mengutamakan bidan sebagai ujung tombak tenaga kesehatan yang dapat membantu masalah kesehatan terutama pada kelompok ibu dan anak disetiap desa atau kelurahan. Pemerintah menilai karena ibu dan anak merupakan aset utama yang perlu diselamatkan demi kehidupan masa depan yang lebih baik tanpa mengesampingkan pihak pria dewasa atau lansia. Realita saat ini tenaga kesehatan selain bidan banyak berkumpul di tingkat kabupaten/kota.

Berdasarkan tugas dan kewenangan yang diberikan pemerintah, bidan merupakan harapan masa depan ibu dan anak bangsa. Berdasarkan informasi melalui media massa beberapa waktu lalu, tahun 2011 Kalimantan Barat masih membutuhkan kurang lebih 400 tenaga bidan. Hal ini tentu menjadi perhatian pemerintah dan intitusi pendidikan sebagai lemabaga yang bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain kebutuhan Kuantitas yang disebutkan diatas, kualitas kinerja bidan dalam memberikan pelayanan masyarakat perlu ditingkatkan. Oleh karena itu untuk menunjang tujuan tersebut perlu adanya kerjasama yang baik antara mitra terkait baik dari swasta maupun pemerintah. Pemerintah saat ini lebih memberikan perhatian lebih kepada bidan untuk memberikan pelayanan di tingkat desa atau daerah terpencil, meskipun berdasarkan teori sebaiknya tersedia semua tenaga kesehatan seperti bidan, kesehatan masyarakat, perawat, dokter, ahli gizi, dan tenaga penunjang lainya.

Berdasarkan Data Profil Kesehatan Kalimantan Barat tahun 2009, Bidan adalah tenaga kesehatan terbanyak kedua saat ini setelah perawat kemudian disusul tenaga kesehatan lainya. Bidan adalah salah satu dari beberapa tenaga kesehatan yang bertugas dalam mewujudkan Visi Pembangunan Kesehatan Tahun 2010-2014 yaitu “Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan”. Berdasarkan Visi Pembangunan Kesehatan tersebut maka perlu diingatkan lagi kepada segenap jajaran pemerintah daerah bahwa program Desa Siaga Aktif yang dicanangkan sejak tahun 2006 masih tertidur nyenyak atau terlupakan dengan urusan yang lain.

Merujuk kembali dari data profil Dinas Kesehatan tahun 2009, Kalimantan Barat memiliki persentase Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hanya 44,71 %. Target nasional yang akan dicapai pada tahun 2010 untuk Posyandu Purnama + mandiri adalah sebesar 40%. Sedangkan di Kabupaten Sintang posyandu yang aktif hanya 32,05 % berarti belum bisa mencapai target nasional, sehingga harus kerja keras untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

Alangkah baiknya jika yang ditampilkan dan di publikasikan oleh pihak pemerintah pusat maupun daerah dalam mendukung visi sehat Indonesia yaitu Masyarakat yang sehat mandiri dan berkeadilan, tidak hanya berupa data indikator seperti angka kesakitan, kematian, tetapi data berupa kesimpulan jumlah dan persentase data cakupan desa siaga aktif yang ada di tingkat kabupataen/kota. Desa Siaga aktif memiliki empat tingkatan dimana tingkatan terendah adalah desa siaga pratama, kemudian desa siaga madya, desa siaga purnama dan terbaik yang menjadi harapan bangsa maupun dunia adalah desa siaga aktif mandiri.

Dengan ditetapkannya tingkatan desa siaga tersebut, maka Desa Siaga dan Kelurahan Siaga yang saat ini sudah dikembangkan harus dievaluasi untuk menetapkan apakah masih dalam kategori Desa dan Kelurahan Siaga atau sudah dapat dimasukkan ke dalam salah satu dari tingkatan/kategori Desa dan Kelurahan Siaga Aktif. Evaluasi ini dilakukan dengan mengacu kepada petunjuk teknis yang disusun bersama oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan.

Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif merupakan bagian dari pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan untuk Kabupaten dan Kota. Walaupun hanya merupakan salah satu dari indikator dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) tersebut, tetapi di dalamnya tercakup semua kegiatan yang akan menjamin tercapainya indikator-indikator lainnya dalam SPM tersebut. Tercapainya Indonesia Sehat atau target indikator-indikator kesehatan dalam Millenium Development Goals (MDGs) sebagian besar ditentukan oleh tercapainya indikator-indikator tersebut pada tingkat desa dan kelurahan. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa pencapaian Indonesia Sehat dan target indikator-indikator MDGs pada tahun 2015 sangat ditentukan oleh keberhasilan pengembangan dan pembinaan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.

warga siaga

Tentang Agus Samsudrajat S

"Membuat tapak jejak dengan berpijak secara bijak dimanapun kaki ini beranjak"
Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Memperingati Hari Bidan Sedunia

  1. Tusnaenie berkata:

    Th 2012 InsyaAllah teman2 ku mau d kirim k Kalimantan, setelah mendapat SIB dr Akademik. klo sy pribadi…. hahahaha, blum bisa nich’ k Kalimantan’

    • Mudah2 an bisa menyusul segera ke kalimantan barat khususnya di kabupaten yang sangat di prioritaskan karena berada di pinggiran dan daerah terpencil yaitu, sintang, sanggau, kapuas hulu, Sekadau, sambas dan bengkayang, untuk membantu Penanganan daerah bermasalah kesehatan (PDBK) yg menjadi prioritas kesehatan kementrian kesehatan 2010, …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s