Peran SKM dalam Menyelamatkan Ekonomi Maritim

……….

Sesuai pendidikan dan kompetensinya SKM juga sangat layak menjadi aktor utama dalam menyusun sistem kesehatan masyarakat untuk upaya promotif dan preventif di sektor publik baik di sebuah sistem pemerintahan terkecil seperti desa/kelurahan, kabupaten/kota, provinsi maupun nasional. Selain itu SKM juga disiapkan agar mampu memberikan edukasi, pengaruh dan pendampingan dalam memberdayakan masyarakat untuk selalu dan atau kembali hidup sehat dan meminimalisir terjadinya masalah kesehatan atau sakit yang dapat menjadi ancaman besar bagi kemajuan ekonomi masyarakat.
………. Sumber dan artikel lengkapnya silahkan klik disini

Iklan
Dipublikasi di Artikel, Kesehatan Masyarakat | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Potensi Laut, Solusi Gizi yang Terkucilkan

………………..
Persakmi sangat terbuka dan konsen dengan masalah perilaku yang berdampak kepada kesehatan masyarakat dan masalah gizi. Salah satu komitmennya adalah meningkatkan pendayagunaan tenaga kesehatan masyarakat di setiap sektor dan lini dalam meningkatkan gizi masyarakat melalui konsumsi pangan yang sehat. Salah satu pangan sehat tersebut adalah potensi kekayaan alam sekitar yaitu ikan laut. Persakmi juga siap menyediakan sumber daya berupa tenaga dan pemikiran untuk membantu dan mengawal setiap kebijakan dan masyarakat dalam perubahan perilaku yang kurang sehat ke perilaku yang lebih sehat. Semoga hal ini membuat kita bisa lebih memaksimalkan kekayaan potensi laut sebagai sumber kekuatan dan solusi mengatasi krisis nutrisi dan masalah gizi masyarakat.

……Sumber dan artike lengkapnya klik disini.

Dipublikasi di Artikel, Kesehatan Masyarakat | Tag , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Buku Kesehatan Masyarakat #3

Alhamdulillah akhirnya untuk ke-dua kali (edisi 2 & 3) bisa ikut belajar nulis dengan para Guru, Senior dan sahabat SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat) penulis dan aktivis kesmas hebat dari berbā€¦

Source: Buku Kesehatan Masyarakat #3

Dipublikasi di Artikel | 1 Komentar

Buku Kesehatan Masyarakat #3

Alhamdulillah akhirnya untuk ke-dua kali (edisi 2 & 3) bisa ikut belajar dan menulis dengan para Guru, Senior dan sahabat SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat) penulis sekaligus aktivis kesmas hebat dari berbagai penjuru daerah dengan latar belakang pendidikan maupun pengalaman yang berbeda. Terimakasih atas ilmu dan dukungan penuh sehingga buku ini bisa tersusun dan beredar. Semoga kedepan bisa ikut terus untuk selalu berkarya dan bermanfaat.

Sekilas Review tentang buku ini.

Buku Gugus Opini Kesehatan Masyarakat 3

Buku edisi ke-3 kali ini sengaja didesain jauh lebih menarik dan berbeda dari edisi sebelumnya (1 & 2). Sangat cocok untuk semua kalangan

Penulis dalam edisi 3 kali ini baik Profesor/Akademisi/Dosen, Peneliti, hingga Praktisi kesehatan masyarakat dari berbagai lembaga dan daerah jadi satu tumplek blek disini. Alhamdulillah Edisi sebelumnya telah banyak menjadi pilihan para pembaca dan pegiat kesehatan. Adapun pembaca dan pegiat kesehatan itu mulai dari Mahasiswa hingga beberapa Kementerian, Lembaga & Tokoh Publik (Kemenkes, DPR RI, Dinkes, Mantan Menkokesra, FKM/kampus dll) bahkan ada yang sampai ke luar negeri.

Buku yang disusun sebagai bunga rampai opini para aktivis Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia ini mencoba menyampaikan alternatif pemikiran dan urun rembug terhadap fenomena dan permasalahan yang terjadi dalam ranah kesehatan di republik. Uraian yang terkadang tidak melulu dalam sudut pandang kesehatan, tetapi lebih kepada pendekatan yang lebih utuh, lebih komprehensif, lebih sistemik, atau justru terkadang “nyleneh”, di luar arus pemikiran mainstream yang sudah ada sebelumnya.

šŸ“šBuku ini diterbitkan oleh Yayasan Health Advocacy bekerjasama dengan PERSAKMI yang terbit setiap tahun sebagai bagian dari Gerakan Literasi Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia. Serial ke-3 ini merupakan sekuel tahunan dari seri #1 dan #2 sebelumnya. Edisi kali ini dengan editor Agung Dwi Laksono dan kontributor Ilham Akhsanu Ridlo, Pulung Siswantara, Ridwan Amiruddin, Rachmad Pg, Siti Rahayu Nadhiroh, Agus Samsudrajat S, Rauf Rahim, Fanny Raharyanti, Afiati H Kresnawati, Zuardin, Purwo Setiyo Nugroho, dan Agung Dwi Laksono.
————————————————-
BUKU INI DICETAK DENGAN DESAIN SAMPUL HARDCOVER DAPAT DIMILIKI DENGAN MELAKUKAN ORDER PEMESANAN DENGAN KONTRIBUSI Rp. 80.000,00/Buku.
————————————————-

Masih ragu dan menunda punya buku ini?

ORDER BUKU “GUGUS OPINI KESEHATAN MASYARAKAT #3”šŸ“£šŸ“£šŸ“£šŸ“£Ā SilahkanĀ KlikĀ Ā disini.

Dipublikasi di Artikel, Kesehatan Masyarakat | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Inikah Revolusi Mental Kebijakan Kesehatan?

Memperingati Hari Kesehatan Dunia 7 April 2017 yang mengangkat tema “Kesehatan Mental”

target renstra 2015 2019

Hasil survei internasional sering menunjukkan bahwa dalam hal yang baik, angka untuk Indonesia cenderung rendah, tetapi dalam hal yang buruk justru cenderung tinggi. Sebagai contoh, data Tranparency International menunjukkan persepsi tentang tingkat korupsi di sektor publik, dari 177 negara dan dengan 177 skor, Indonesia berada di rangking 114 dengan skor 32. Ini di bawah Ethiopia yang berada pada posisi 111.
…………
Selengkapnya artikel bisa dibacaĀ disini atau disiniĀ 

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Ada Apa dengan Data Kesehatan Masyarakat?

………… Hasil Ā pengamatan sebuah data SDM kesehatan khususnya untuk jenis tenaga kesehatan masyarakat (kesmas) di beberapa dokumen resmi yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah tahun lalu, ternyata cukup membuat terkejut, terheran-heran sambil berulang-ulang mencermati data tersebut. Saya yakin anda pun akan merasakan hal sama tatkala beberapa data kesehatan resmi yang dirilis pemerintah daerah dalam satu daerah dan waktu yang sama menampilkan data yang tidak sama atau dengan kata lain tidak sinkron.Ā  Diawali dengan sebuah data SDM kesmas di Puskesmas provinsi X tahun 2015 tertulis 366 Ā orang. Tetapi ketika anda melihat data dokumen lain yang juga dikeluarkan oleh provinsi yang sama menyebutkan jumlah tenaga kesmas di Puskesmas tahun 2015 tertulis 1.016 orang. Dalam satu waktu dan satu daerah yang sama selisihnya bisa 2 kali lipat lebih atau selisih 650 orang. Jika data daerah seperti itu, lalu bagaimana dengan data tenaga kesmas provinsi X ditingkat nasional? …….

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/agus34drajat/ada-apa-dengan-data-kesehatan-masyarakat_5831ae787a93735e17c31889

Semoga bermanfaat.
Salam #KawalDataKesehatan

Dipublikasi di Artikel, Kesehatan Masyarakat | Tag , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Lucunya Kebijakan Kesehatan Negeri Ini

Dunia adalah panggung sandiwara yang kadang bisa membuat kita tertawa karena lucu, bahagia bahkan berduka menjadi ungkapan yang tepat terkhusus untuk upaya kesehatan masyarakat (kesmas) negeri ini. Semoga panggung sandiwara upaya kesmas negeri ini berakhir dengan endingĀ cerita yang indah, adil, damai dan sejahtera untuk seluruh rakyatnya.

Bagaimana tidak lucu, ketika seorang sahabat sekaligus guru, orang tua atau saudara dari kalangan akademisi praktisi maupun pemerhati kebijakan kesmas menyampaikan, ā€œLucu ya kebijakan kita ini, katanya upaya kesmas, meningkatkan kesmas tapi koq tidak ada indikator SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat) sebagai tenaga kesmas di sana, dikemanakan SKM, lalu siapa yang akan menjadi pelaksana dan penanggung jawab program-program kesmas di sana, apa diserahkan ke profesi lain yang bukan kompetensi utamanya, kalau iya maka kacaulah negeri ini.ā€ Itu ucapan seorang sahabat yang pernah menjadi tenaga kesehatan teladan nasional 2009 dan seorang maestro Indonesia era BJ Habibie Penggagas paradigma sehat, program Indonesia sehat 2010.

Sudah cukup baik kebijakan tahun 2005 lalu di mana rasio SKM sebagai tenaga kesehatan masyarakat mencapai 49/100.000 penduduk guna mewujudkan paradigma sehat. Entah kenapa di saat rasio beberapa jenis tenaga kesehatan tertentu dinaikkan justru untuk SKM bukannya ikut dinaikkan tapi justru malah diturunkan drastis menjadi 13/100.000 penduduk pada tahun 2015 melalui Permenkes 33 tahun 2015.

IMG_20160203_150237
Selengkapnya………………………..
NB :
Artikel ini jadi pilihan HL (HeadLine) di media online milik KompasĀ (versi lengkap disertai dengan foto) 24/08/2016 dan Terbit dalam Majalah Tempo Edisi 19-25 September 2016 Hal.7-8 dengan judul #SoalPenempatanSarjanaKesehatanMasyarakat.

Salam hangat nan Sehat & semoga bermanfaat.

Dipublikasi di Artikel, Kesehatan Masyarakat | Meninggalkan komentar