Kesehatan Masyarakat

program indonesia sehat "satu skm satu desa"Program Indonesia Sehat Satu SKM untuk Satu Desa.

Kartu PHBS Rumah Tangga

Form Penilaian PHBS Rumah Tangga

 

 

PHBS Tempat-Tempat Umum

Paradigma Hidup Sehat H.L Blum

Gambar Tabel Target Promkes dan Pemberdayaan masyarakat
Kementrian Kesehatan 2010-2014

Target Promkes dan Pemberdayaan masy. Kemenkes 2010_2014

Target Promkes dan Pemberdayaan masyarakat. Kemenkes 2010_2014 sumber : Pusat promosi kesehatan Kementerian Kesehatan.

Sumber : Pedoman Desa Siaga Aktif. Kementrian Kesehatan tahun 2010.

Gambar alur pencapaian indonesia sehat.

Keraangka pikir penyebab masalah gizi

Keraangka pikir penyebab masalah gizi

Kerangka konsep implementasi RAN Pangan dan Gizi 2011-2014

kerangka konep implementasi RAN pangan dan gizi 2011-2015

kerangka konep implementasi RAN pangan dan gizi 2011-2015

STRATEGI AKSI DAERAH (STRADA)  DALAM PEMBANGUNAN MILENIUM
MENUJU SISTEM KESEHATAN NASIONAL
(Memperingati hari Kesehatan Dunia 7 April 2011)


Tujuan nasional Bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah.

Tantangan pembangunan kesehatan dan permasalahan pembangunan kesehatan makin bertambah berat, kompleks, dan bahkan terkadang tidak terduga. Oleh sebab itu pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan memperhatikan dinamika kependudukan, epidemiologi penyakit, perubahan ekologi dan lingkungan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta globalisasi dan demokratisasi dengan semangat kemitraan, kerja sama lintas sektoral serta mendorong peran serta aktif masyarakat.

Ada berbagai keberhasilan yang telah dicapai, namun ada pula tantangan dan masalah kesehatan yang harus disikapi. Tantangan tersebut diantaranya semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat pada pelayanan kesehatan yang bermutu; beban ganda penyakit (di satu sisi, angka kesakitan penyakit infeksi masih tinggi namun di sisi lain penyakit tidak menular mengalami peningkatan yang cukup bermakna); disparitas status kesehatan antar wilayah cukup besar, terutama di wilayah timur (daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan/DTPK); peningkatan kebutuhan distribusi obat yang bermutu dan terjangkau; jumlah SDM Kesehatan kurang, disertai distribusi yang tidak merata; adanya potensi masalah kesehatan akibat bencana dan perubahan iklim, serta integrasi pembangunan infrastruktur kesehatan yang melibatkan lintas sektor di lingkungan pemerintah, Pusat-Daerah, dan Swasta.

Pencapaian target Milienium Development Goals (MDGs) merupakan pemenuhan komitmen internasional yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Laporan Pemerintah Indonesia pada Sidang Majelis Umum ke-65 (High-level Plenary Meeting on MDGS) yang dilaksanakan pada tanggal 27-29 September 2010 di New York mengungkapkan bahwa kinerja pencapaian target MDGs Indonesia telah sejalan dengan kinerja pencapaian target MDGs yang tercantum dalam Laporan Pencapaian MDGs Global Tahun 2010.

Millenium Development Goals (MDGs) merupakan komitmen nasional dan global dalam upaya lebih menyejahterakan masyarakat melalui pengurangan kemiskinan dan kelaparan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. 8 (delapan) tujuan (goals) menjadi komitmen MDGs mencakup: (1) Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan; (2) Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua; (3) Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan; (4) Menurunkan Angka Kematian Anak; (5) Meningkatkan Kesehatan Ibu; (6) Memerangi HIV/AIDS, Malaria dan Penyakit Menular lainnya; (7) Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup; dan (8) Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan.

Meskipun kinerja pencapaian target MDGs di tingkat nasional sudah cukup baik, namun disparitas kinerja antarprovinsi dan kabupaten/kota masih sangat bervariasi. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama lintas sektor dan lintas bidang antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, peningkatan kemitraan antara pemerintah dengan swasta, serta peningkatan peran aktif masyarakat untuk menangani disparitas kinerja tersebut.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Perencanan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ditugaskan untuk merumuskan Rencana Aksi Nasional (RAN) dan Pedoman Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) dalam Percepatan Pencapaian Tujuan MDGs, sebagaimana yang tercantum dalam Inpres Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan Berkeadilan terkait Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs). Untuk itu, Bappenas telah menyelesaikan penyusunan Peta Jalan (roadmap) Nasional Percepatan Pencapaian MDGs, yang merupakan RAN MDGs. Peta Jalan tersebut selanjutnya merupakan acuan utama dalam penyusunan RAD MDGs, yang bertujuan untuk mendukung percepatan pencapaian target MDGs di daerah. Pedoman Penyusunan RAD MDGs sebagaimana yang diamanatkan dalam Inpres Nomor 3 Tahun 2010 tersebut, berisikan cara pengorganisasian, langkah teknis, dan sistematika penyusunan RAD MDGs, serta dilengkapi pula dengan matriks rencana aksinya.

Periode 2010-2014, Kementrian kesehatan melaksanakan terobosan dalam bentuk Reformasi Pembangunan Kesehatan Masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dengan menghilangkan kesenjangan pembangunan kesehatan antar daerah, antar sosial ekonomi, serta meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang bermutu. Reformasi Bangkes dilakukan melalui 7 upaya, yaitu revitalisasi primary health care (PHC) dan sistem rujukannya, serta pemenuhan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK); ketersediaan, keterjangkauan obat di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk saintifikasi jamu; ketersediaan, distribusi SDM Kesehatan yang bermutu secara adil dan merata; pengembangan jaminan kesehatan; penanganan daerah bermasalah kesehatan (PDBK), dan peningkatan pelayanan kesehatan di Daerah Terpencil, Perbatasan Dan Kepulauan (DTPK); pelaksanaan reformasi birokrasi serta world class health care.

Bagi Indonesia dan negara-negara berkembang, Tujuan Pembangunan Milenium digunakan sebagai acuan dalam perumusan kebijakan, strategi, dan program pembangunan. Pemerintah Indonesia telah mengarus-utamakan MDGs dalam pembangunan sejak tahap perencanaan dan penganggaran hingga pelaksanaannya. Hal ini dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005-2009 dan 2010-2014, dan Rencana Kerja Tahunan berikut dokumen anggarannya. Berlandaskan strategi pro-growth, pro-jobs, pro-poor, dan pro-environment, alokasi dana dalam anggaran pusat dan daerah untuk mendukung pencapaian berbagai sasaran MDGs terus meningkat setiap tahunnya. Di samping itu, kemitraan produktif Pemerintah dengan organisasi masyarakat madani dan sektor swasta mempunyai kontribusi penting terhadap percepatan pencapaian MDGs.

Mulai tahun 2010 Kementrian Kesehatan meluncurkan Program Bantuan Oprasional Kesehatan (BOK). Program ini merupakan bantuan Pemerintah Pusat pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam bentuk block grant, guna mendukung peningkatan fungsi Puskesmas dan pelayanan kesehatan di Puskesmas. BOK digunakan untuk program promotif dan preventif di Puskesmas dalam rangka pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan dan percepatan pencapaian MDGs tahun 2015. Dalam pemanfaatannya dana BOK terintegrasi dengan dana-dana lain yang ada di Puskesmas.

Untuk mempercepat pencapaian target MDGs, Bappenas bersama dengan kementerian/lembaga telah merumuskan peta jalan (road map) nasional percepatan pencapaian MDGs. Selanjutnya roadmap tersebut perlu dijabarkan oleh daerah dalam bentuk Rencana Aksi Daerah (RAD) MDGs sesuai dengan kondisi dan permasalahan serta kemampuan daerah masing-masing. Dengan rencana aksi tersebut diharapkan pihak-pihak terkait di provinsi memiliki komitmen dan kejelasan dalam perencanaan dan penganggaran program dan kegiatan untuk mencapai target MDGs di daerah.

17 Balasan ke Kesehatan Masyarakat

  1. Blog yang padat Mas, saya suka. Terimakasih sudah berkunjung ke inilahkesmas.wordpress.com dan semoga selalu bisa bertukar pikiran.
    Salam,

  2. Ady berkata:

    Terima kasih sudah berkunjung di blog saya. Keren Blognya.. saya suka ide satu desa satu SKM!
    Keep writing

  3. Hendra D.S., SKM berkata:

    saya juga suka ni dengan idenya, saya dari tahun lalu sudah memikirkan hal yg sama…
    setiap desa dibimbing oleh 1 SKM, secara khusus desa tertinggal. Mungkin bisa dalam bentuk PTT…
    Mari sama2 terus kita galakkan…
    oy, blog ny bagus, mas…!
    Semangat SKM,……!

  4. Terimakasih Mas Hendra senang bertemu dan berkenalan dengan saudara sejawat yg peduli kemudian sudi brkomentar meskipun smentara lewat blog.. barangkali ada kritik, masukan bisa di infokan kesini..
    salam sehat dan juang SKM..!

  5. ida87 berkata:

    salam sehat SKM…. ^_^

  6. yuliana berkata:

    salam kenal..saya sangat terkesan blognya krn sangat informatif bg kader posyandu spt sy.. tantangan kesehatan dan kesejahteraan di masa depan harus dapat dirasakan oleh smuanya kalangan agar tidak ada kasus si miskin yg tidak bisa berobat ke RS. Bgmn mendapatkan permainan PHBS untuk anak-anak seperti diblog ini?

    • Salam Kenal dan hormat dari saya Mbak Yuliana, mbak bisa ambil gambar tersebut atau dg mengembangkan sendiri permainan tersebut, di menu perpustakaan digital saya,ada beberapa komik dan pedoman kader yg mungkin bisa menjadi inspirasi para ibu-ibu kader sebagai pahlawan kesehatan..salam sehat selalu :)

  7. menarik..bayak info..salam kenal mas..

  8. ratih.oktarina berkata:

    Terima kasih untuk postingannya.. Btw, Boleh tau ga sumber artikel “STRATEGI AKSI DAERAH (STRADA) DALAM PEMBANGUNAN MILENIUM, MENUJU SISTEM KESEHATAN NASIONAL
    (Memperingati hari Kesehatan Dunia 7 April 2011)”..?? Terima kasih sebelumnya.. :)
    ratih.oktarina

  9. yasil berkata:

    salam kenall,,,,,,,,,,,,,,

    greenangelica.com

  10. anggun berkata:

    solusi untuk jdul ktinya dong kebidanan

  11. rosas bakry berkata:

    salam sehat…

    kunjungi jg link berikut

    http://kesehatan.ilmci.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s