MASA DEPANKU ADA DI TANGAN Memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ke-4, 15 Oktober 2011

MASA DEPANKU ADA DI TANGAN
Memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ke-4, 15 Oktober 2011
Agus Samsudrajat S

Hari cuci tangan pakai sabun sedunia adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB setiap tanggal 15 Oktober dan berlangsung sejak tahun 2008 yang bekerja sama dengan organisasi-organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta. Hal ini digalakkan menjadi kebiasaan di masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia. Peringatan ini berawal dari seruan yang disampaikan PBB untuk meningkatkan praktik higienitas dan sanitas kepada semua penduduk di seantero dunia.

Sementara itu, Penelitian Cochrane Library Journal 2007 menyebutkan, cuci tangan dengan sabun merupakan cara sederhana dan murah untuk menahan virus ISPA dan pandemi flu. Kajian terhadap 51 riset di Inggris yang dipublikasikan dalam British Medical Journal 2007 menguatkan hal tersebut. Disebutkan bahwa cuci tangan lebih efektif dibanding obat dan vaksin untuk menghentikan flu.

Mencuci tangan dengan air dan sabun terutama pada saat-saat penting, yaitu setelah buang air dan sebelum memegang makanan membantu mengurangi risiko terkena diare lebih dari 40 persen dan infeksi saluran pernapasan hampir 25 persen, ujar Kepala Perwakilan United Nations Children’s Fund (Unicef) di Indonesia, Angela Kearney.

Menurut laporan Situasi Anak-anak Dunia tahun 2009 Unicef, hanya separuh penduduk Indonesia memiliki akses kepada sanitasi yang memadai di pedesaan. Bahkan hanya sekitar sepertiganya sehingga mereka rentan terhadap diare dan penyakit yang ditularkan melalui air. Berbagai survei juga menemukan bahwa kebiasaan cuci tangan pakai sabun masyarakat Indonesia masih rendah.

Setiap tahun lebih dari 100,000 anak usia di bawah 5 tahun meninggal di Indonesia karena diare. Sekitar 80% kasus tersebut terjadi di daerah yang memiliki sanitasi yang buruk dan perilaku sehari-hari yang tidak sehat. Di tahun 2007 saja sekitar 14% balita Indonesia menderita diare, ISPA dan Pneumonia 20% (hasil Riskesdas Indonesia 2007).

Diare yang terjadi pada usia 2 tahun pertama usia anak akan mempengaruhi perkembangan fisik dan mentalnya seperti hilangnya selera makan dan menurunnya daya serap tubuh terhadap gizi, akibatnya anak tumbuh lamban dan rentan terhadap serangan berbagai penyakit

Cuci Tangan Pakai Sabun dapat mengurangi kematian bayi baru lahir. 50% kematian bayi baru lahir ini terjadi di rumah dimana ibunya kurang atau tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai perawatan bayi baru lahir. (Maternal and birth attendant hand washing and Neonatal Mortality in Southern  Nepal, Victor Rhee, MHS, et all).

“Padahal CTPS adalah salah satu upaya mencegah diare dan penelitian Curtis and Cairncross menunjukkan CTPS dapat mencegah kejadian diare hingga 47 persen,” ungkap Yunita Wahyuningrum, Peneliti Komunikasi Kesehatan dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Center for Communication Program (CCP) Jakarta dalam Lifebuoy Journalist Class dalam rangka perayaan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) 2011.

Kuman sangat kecil dan kasat mata, maka perilaku CTPS sangat disarankan Kementrian Kesehatan RI, yang tertuang dalam Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan CTPS (Juknis CTPS), Modul TOT CTPS 2011 menganjurkan Lima (5) Waktu terpenting untuk cuci tangan pakai sabun adalah:

  1. Sesudah ke WC atau Buang Air Besar
  2. Sebelum makan
  3. Sebelum menyusui bayi atau menyuapi bayi/anak
  4. Sesudah menceboki bayi/anak
  5. Sesudah memegang binatang/ternak, termasuk ayam

Tetapi waktu terpenting diatas CTPS dapat dianjurkan pada waktu lainnya, misalnya pada lingkungan sekolah:

  • Sebelum makan/ jajan di kantin
  • Setelah bermain di tanah/lumpur
  • Setelah bersin/batuk
  • Setelah mengeluarkan ingus
  • Setelah menggambar
  • Setelah menggunakan cat/crayon
  • Dan waktu lainnya saat tangan kita kotor dan bau

Lebih seringlah CTPS jika ada anggota keluarga yang sakit.

Sementara cara yang tepat untuk cuci tangan adalah sebagai berikut :

Mari kita jaga tangan kita  mulai dari sekarang, belum ada kata terlambat dan untuk menggapai masa depan kita, masa dapan bangsa ini ada ditangan setiap orang sebagai wujud syukur manusia yang diberikan tangan dengan baik dan masih mempunyai tangan. Untuk yang tidak mempunyai tangan tetep bisa berpartisipasi dengan mengingatkan keluarga, kerabat dan saudara saudara kita, karena senagai makhluk sosial kita juga perlu uluran tangan mereka.

About these ads

Tentang Agus Samsudrajat S

"buatlah tapak jejak dengan berpijak secara bijak dimanapun kita beranjak" "جعل وراءه بصمة على قاعدة العجلة بحكمة أينما ذهبنا" "make a footprint trail to tread wisely wherever we go" "我々はどこへ行くのフットプリント証跡は、賢明なトレッドとする"
Tulisan ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

2 Balasan ke MASA DEPANKU ADA DI TANGAN Memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ke-4, 15 Oktober 2011

  1. Ari Rahmawati berkata:

    Dear http://agus34drajat.wordpress.com

    Siang,

    Kami dari Humas Merdeka.com bermaksud menawarkan content yang sesuai dengan tipikal blog Anda yang bisa digunakan secara gratis. Content ini sangat mudah aplikasinya dan sangat membantu Anda dalam Reblogging.
    Jika Anda berminat, silahkan kunjungi http://content.merdeka.com/ dan dapatkan contentnya.

    Terima kasih atensinya, kami menunggu kabar baik dari Anda.

    Salam,

    Humas Merdeka.com
    Ari Rahmawati

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s